Pemulihan Pascabencana Sumatra Ditargetkan Tuntas 2028, Anggaran Rp100,1 Triliun Disetujui

Tim Towa - Towa News
Selasa, 26 Mei 2026 13:14 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatra Ditargetkan Tuntas 2028, Anggaran Rp100,1 Triliun Disetujui
(dok. badkom RI )

Towa News, Jakarta - DPR RI dan pemerintah resmi menyepakati rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra senilai Rp100,1 triliun yang akan direalisasikan secara bertahap selama tiga tahun, yakni dari 2026 hingga 2028.

Kesepakatan itu dicapai dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra yang digelar di Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

"Kami tadi sudah membahas tentang rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi yang sudah disetujui oleh Bappenas dan juga alhamdulillah anggarannya telah disetujui oleh pemerintah," ujar Dasco dalam konferensi pers usai rapat, Senin (25/5/2026).

Dasco menjelaskan, koordinasi antara Satgas DPR RI dan Satgas pemerintah dilakukan untuk memastikan seluruh program pemulihan, termasuk rencana kerja lintas kementerian dan lembaga, dapat berjalan terintegrasi dan tepat sasaran. Adapun pelaksanaan teknis di lapangan akan ditangani oleh Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah di bawah kepemimpinan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Anggaran Dibagi Tiga Tahap

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra, Tito Karnavian, merinci pembagian anggaran sebagai berikut:

  • 2026: Rp38,9 triliun, difokuskan untuk pembangunan infrastruktur prioritas, sekolah, dan hunian

  • 2027: Rp32,9 triliun

  • 2028: Rp28,2 triliun

Kementerian Pekerjaan Umum menjadi penerima alokasi terbesar, yakni Rp69 triliun selama tiga tahun, yang diperuntukkan bagi perbaikan jalan, jembatan, dan sungai. Sementara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mendapat alokasi Rp7,4 triliun untuk mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap).

Tito menegaskan pemerintah menargetkan pembangunan Huntap rampung paling lambat pada 2027. "Target kami untuk Huntap paling lambat selesai pada 2027. Kita harapkan masyarakat jangan terlalu lama berada di hunian sementara (Huntara)," tegasnya.

Tito menjelaskan bahwa proses pemulihan pascabencana Sumatra melewati tiga tahapan, yaitu tanggap darurat, transisi, dan kini memasuki fase rehabilitasi-rekonstruksi menuju pemulihan permanen. Rencana induk atau Renduk disusun berdasarkan masukan dari seluruh kabupaten/kota, provinsi, serta kementerian dan lembaga, yang kemudian diselaraskan oleh Bappenas bersama Satgas.

"Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Renduk ini direkap dari seluruh kabupaten/kota, provinsi, dan kementerian/lembaga," kata Tito.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI, di antaranya TA Khalid, Andi Iwan Darmawan Aras, Putih Sari, dan Kawendra Lukistian. Dari pihak pemerintah, hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Dankor Brimob Ramdani Hidayat, serta Kepala Danantara Dony Oskaria.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi