Dipublish oleh Tim Towa | 23 Februari 2026, 11:51 WIB
Towa News, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN berhasil menembus daftar bergengsi TIME Best Companies in Asia-Pacific 2026 dengan menempati posisi ke-288 dari 500 perusahaan terpilih. Perusahaan pelat merah di sektor energi gas ini membukukan total skor 82,65 berdasarkan tiga metrik penilaian utama yang digunakan TIME bersama lembaga riset Statista.
PGN tercatat sebagai satu dari 19 perusahaan asal Indonesia baik BUMN maupun swasta yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian kawasan.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyebut capaian ini sebagai buah dari kerja keras seluruh jajaran perusahaan. "Pengakuan dari Majalah TIME merupakan sebuah kehormatan atas dedikasi seluruh Perwira PGN, khususnya pada momen saat dunia menghadapi tantangan ekonomi yang cukup kompleks," ujar Arief seperti dikutip dari Kabar BUMN, Minggu (22/2/2026).
Tiga Pilar Penilaian: Karyawan, Keuangan, dan ESG
Pemeringkatan dilakukan TIME bersama Statista menggunakan tiga indikator utama, yakni kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, serta kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Dari sisi sumber daya manusia, PGN yang memiliki total 2.752 pekerja mencatatkan tingkat employee engagement sebesar 87,74%—masuk dalam kategori tinggi—dengan tingkat perputaran karyawan (turnover) di bawah 3%. Data survei yang digunakan bersumber dari karyawan di seluruh dunia dengan fokus utama di kawasan Asia-Pasifik sepanjang 2024.
Pada aspek keuangan, PGN menunjukkan tren pendapatan yang terus tumbuh selama tiga tahun berturut-turut, yakni USD 3,57 miliar pada 2022, USD 3,65 miliar pada 2023, dan USD 3,78 miliar pada 2024. Salah satu syarat masuk penilaian adalah perusahaan harus mencatat pertumbuhan pendapatan positif dari 2022 hingga 2024, atau setidaknya membukukan keuntungan pada 2024.
"PGN konsisten menerapkan fondasi transformasi perusahaan yang sehat sejak tahun 2022. Konsistensi ini membuat PGN berhasil mempertahankan kinerja operasional yang positif di tengah perekonomian global yang dinamis," kata Arief.
Adapun pada aspek ESG, TIME mengevaluasi data yang telah distandardisasi dari Basis Data ESG Statista. Indikator yang dinilai mencakup pengurangan emisi karbon pada 2023 dibandingkan 2021, keberagaman direksi, kebijakan hak asasi manusia, kontribusi program CSR, tingkat kepatuhan, serta penerapan sistem antikorupsi. Risiko ESG PGN dilaporkan terus menurun dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62 Persen di Januari 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Bertahan di Tengah Gejolak Tarif Global
Penilaian ini dilakukan dalam konteks tekanan ekonomi yang bersumber dari kebijakan tarif Amerika Serikat pada 2025 yang berdampak luas terhadap perekonomian dunia. Meski demikian, kawasan Asia-Pasifik dinilai tetap stabil dengan proyeksi bisnis yang terukur, dan PGN disebut mampu menjaga konsistensi kinerjanya di tengah kondisi tersebut.
Arief menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mengendurkan langkah ekspansi meski ketidakpastian global masih membayangi. "Penghargaan ini juga mencerminkan kemampuan PGN dalam menghadapi ketidakpastian pasar melalui pengelolaan bisnis yang terukur, efisiensi operasional, serta mitigasi risiko yang pruden," ungkapnya, Minggu (22/2/2026).
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Seskab Teddy Bantah Produk AS Bisa Masuk Indonesia...
Towa News | 23 Februari 2026, 17.33 WIB
Dasco Minta Tunda Impor 105 Ribu Pikap dari...
Towa News | 23 Februari 2026, 15.40 WIB
Menhub Prediksi 144 Juta Pemudik pada Lebaran 2026,...
Towa News | 20 Februari 2026, 14.23 WIB
Menko PM Lantik Dirut Baru BPJS Kesehatan dan...
Towa News | 20 Februari 2026, 14.03 WIB
Mendikdasmen: Anggaran Pendidikan Justru Naik Usai Ada Program...
Towa News | 20 Februari 2026, 13.37 WIB