Dipublish oleh Tim Towa | 20 Mei 2026, 14:09 WIB
Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran kabinet untuk menyusun formulasi harga komoditas strategis nasional, mulai dari kelapa sawit, nikel, emas, hingga berbagai hasil tambang lainnya. Langkah ini diambil agar penetapan harga komoditas Indonesia tidak lagi bergantung pada negara lain.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR/MPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kepala negara menegaskan bahwa Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia sudah seharusnya memegang kendali penuh atas harga komoditasnya sendiri.
"Kita merasa aneh, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan negara lain. Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya, ini tidak boleh terjadi. Saya mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa kita sendiri," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan penjualan apabila pembeli asing menolak harga yang ditetapkan Indonesia.
"Kalau mereka nggak mau beli pakai harga kita ya nggak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri," kata Prabowo.
Selain kelapa sawit, Prabowo turut menyoroti harga nikel nasional yang dinilai masih terlalu dipengaruhi pihak luar. Ia secara khusus menginstruksikan kabinet untuk merumuskan harga seluruh komoditas tambang.
"Kenapa nikel kita ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh. Saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, harga emas, harga semua tambang kita. Harga semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri," tegas Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan bahwa jika komoditas tersebut tidak terjual dengan harga yang layak, pemerintah lebih memilih untuk menyimpannya demi kepentingan generasi mendatang.
"Kalau mereka nggak mau beli ya nggak apa-apa, biar saja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti, daripada kita jual murah," ucap Prabowo.
Pernyataan ini mencerminkan arah kebijakan pemerintah yang mendorong kedaulatan ekonomi atas sumber daya alam, sejalan dengan semangat penguatan ketahanan nasional di tengah dinamika perdagangan global.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Berterima Kasih ke PDIP: Saudara Berjasa untuk...
Towa News | 20 Mei 2026, 13.54 WIB
Prabowo Terbitkan PP Baru: Ekspor Sawit, Batu Bara,...
Towa News | 20 Mei 2026, 13.42 WIB
Prabowo: Pasal 33 UUD 1945 Merupakan Cetak Biru...
Towa News | 20 Mei 2026, 13.33 WIB
Era Prabowo, Andre Rosiade: Pertama Kali dalam Sejarah...
Towa News | 19 Mei 2026, 13.45 WIB
Indonesia Juara Dunia Transparansi Belanja Perpajakan, Ungguli Australia...
Towa News | 18 Mei 2026, 16.13 WIB