Dipublish oleh Tim Towa | 01 Maret 2026, 02:05 WIB
Towa News, Jakarta - Di tengah memanasnya konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Indonesia mengambil langkah diplomatik berani. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk langsung bertolak ke Teheran guna memediasi konflik yang kian mengkhawatirkan dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui akun resmi @Kemlu\_RI di platform X, Sabtu (28/2/2026).
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu RI.
Latar Belakang: Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran
Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejak serangan pertama pada Juni 2025. Trump menyatakan pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Beberapa ledakan terdengar di ibu kota Iran, Teheran, dengan asap tebal terlihat membubung di beberapa bagian kota. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan terhadap Iran dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara AS dan Israel, dengan tujuan melumpuhkan aparat keamanan Iran.
Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat–Israel tersebut.
Sikap Resmi Indonesia: Sesalkan Kegagalan Perundingan
Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Kemlu mendesak agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi, serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara sebagai prinsip dasar hukum internasional.
Di tengah kebuntuan diplomasi global, Indonesia mencoba mengambil peran strategis sebagai "bridge builder" atau jembatan perdamaian. Posisi Indonesia yang menganut politik luar negeri bebas aktif menjadikannya salah satu negara yang memiliki kredibilitas untuk berkomunikasi dengan kedua belah pihak yang bertikai.
329 WNI di Iran: Pemerintah Pastikan Keselamatan
Di sisi lain, perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di zona konflik menjadi prioritas utama pemerintah. Hingga saat ini, tercatat ada 329 WNI yang melapor diri secara resmi di KBRI Teheran. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah "Roy" Soemirat, memastikan bahwa hingga pukul 14.30 waktu setempat, seluruh simpul WNI di berbagai kota melaporkan tidak adanya ancaman langsung terhadap keselamatan mereka.
Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.
Tantangan Diplomatik
Tempo masih berupaya menghubungi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi soal kesiapan Prabowo berangkat ke Iran. Organisasi Penerbangan Sipil Iran sebelumnya mengumumkan bahwa seluruh wilayah udara negara itu telah ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut sejak Sabtu 28 Februari 2026, yang menjadi tantangan logistis tersendiri bagi rencana kunjungan Presiden Prabowo apabila mediasi disetujui kedua pihak.
Sumber Berita: Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI via @Kemlu\_RI, Media Indonesia, CNBC Indonesia, Suara.com,Viva.co.id
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
PDIP Seolah Bongkar Anggaran MBG, Kawendra Gerindra: Ahh...
Towa News | 27 Februari 2026, 16.04 WIB
Prabowo Tiba di Tanah Air Bawa Hasil Diplomasi...
Towa News | 27 Februari 2026, 12.55 WIB
BAZNAS Bantah Dana Zakat Dipakai untuk Program Makan...
Towa News | 27 Februari 2026, 12.47 WIB
50 Tahun Diplomasi Indonesia-UEA: Prabowo dan MBZ Sepakati...
Towa News | 27 Februari 2026, 01.54 WIB
Prabowo Terima Kehormatan Langka: Disambut Tujuh Pemimpin Emirat...
Towa News | 27 Februari 2026, 01.49 WIB