Dipublish oleh Tim Towa | 09 Februari 2026, 11:12 WIB
Towa News, Jakarta - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat mayoritas masyarakat merasa puas terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan riset terbaru, tingkat kepuasan mencapai 72,8 persen, dengan generasi muda menjadi kelompok paling responsif terhadap program ini.
Penelitian yang digelar pada 15-21 Januari 2026 tersebut melibatkan 1.220 responden melalui metode simple random sampling. Toleransi kesalahan survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan wawancara dilakukan secara langsung kepada responden.
Rincian tingkat kepuasan menunjukkan, 12,2 persen responden menyatakan sangat puas dan 60,6 persen cukup puas. Sementara itu, 19,9 persen kurang puas dan 4,5 persen tidak puas sama sekali. Sebanyak 2,8 persen tidak memberikan jawaban atau tidak tahu.
"Jadi, yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat. Kalau yang puas total 72,8 persen, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai kondisi, tergantung kemampuan BGN memperbaiki kualitas," ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi seperti dikutip CNN Indonesia, Minggu (8/2).
Burhanuddin menekankan bahwa kelompok responden yang menyatakan cukup puas masih berpotensi berubah sikap, bergantung pada upaya Badan Gizi Nasional (BGN) memperbaiki mutu program serta mengatasi persoalan negatif seperti kasus keracunan makanan.
Gen Z Paling Puas, Jakarta Terendah
Dari sisi demografi, Generasi Z tercatat sebagai kelompok dengan tingkat kepuasan tertinggi, mencapai 80,7 persen.
"Kalau kita lihat siapa yang puas? Gen Z. Gen Z 80,7 persen puas," kata Burhanuddin dalam konferensi pers seperti dilaporkan DetikNews.
Berdasarkan tingkat pendidikan, responden yang sedang menempuh pendidikan tinggi menunjukkan kepuasan sebesar 62 persen, meski angka ini lebih rendah dibanding warga berpendidikan dasar.
Survei juga menemukan bahwa warga pedesaan cenderung lebih puas dibandingkan penduduk perkotaan. Hampir seluruh wilayah Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif seimbang, kecuali DKI Jakarta.
"Jadi, warga Jakarta merupakan kelompok dengan proporsi ketidakpuasan paling tinggi terhadap program MBG," ungkap Burhanuddin seperti dikutip CNN Indonesia.
Di Jakarta, tingkat kepuasan hanya mencapai 52 persen, menjadikannya wilayah dengan angka terendah secara nasional.
Burhanuddin menambahkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang program MBG kini hampir universal. Berdasarkan survei sebelumnya pada Oktober, 94 persen publik telah mengetahui program ini, dan diprediksi meningkat mendekati 100 persen saat ini.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mulai dijalankan sejak awal masa jabatan mereka.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
HIPMI Gelar Munas Juni 2026, Usung Tema Sinergi...
Towa News | 04 April 2026, 20.42 WIB
Said Didu Sebut EO Sarang Korupsi,Ketua Gekraf Kawendra:...
Towa News | 03 April 2026, 22.26 WIB
Seskab Teddy Temui Wapres Gibran 1,5 Jam di...
Towa News | 03 April 2026, 19.23 WIB
Kemensos dan BPS Percepat Pembaruan Data Bansos, Penyaluran...
Towa News | 02 April 2026, 15.53 WIB
Puan Maharani Desak Evaluasi Berkala Kebijakan WFH ASN...
Towa News | 02 April 2026, 15.42 WIB