MEMUAT BERITA...

BPS Catat 319 Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan

Tim Towa - Towa News
Senin, 21 September 2026 10:28 WIB
BPS Catat 319 Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 319 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga September 2026. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan pekan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, pada minggu kedua September ada 314 kabupaten/kota yang mencatat kenaikan IPH.

"Minggu ketiga September 2026 terjadi peningkatan jumlah kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami kenaikan, yaitu menjadi 319 kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami peningkatan," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (21/9).

Lonjakan ini cukup tajam jika dibandingkan dengan minggu keempat Agustus 2026, ketika wilayah yang IPH-nya naik baru mencapai 242 kabupaten/kota.

Menurut Ateng, kenaikan IPH pada periode ini terutama terjadi di sejumlah wilayah di luar Jawa dan Sumatera. Dua provinsi dengan kenaikan tertinggi adalah Sulawesi Utara sebesar 12,45 persen dan Gorontalo sebesar 10,25 persen.

Ia menjelaskan, kenaikan di dua provinsi itu terutama dipicu naiknya harga cabai rawit, cabai merah, daging sapi, dan beras.

Provinsi lain yang juga mencatat kenaikan IPH adalah Maluku Utara sebesar 5,53 persen dan Sulawesi Tengah 4,92 persen. Sementara itu, Sulawesi Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur berada pada kisaran 3 persen hingga 5,5 persen.

Di wilayah-wilayah tersebut, tekanan harga datang dari komoditas cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.

Pada level kabupaten/kota, kenaikan IPH tertinggi tercatat di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Di Gorontalo, Kabupaten Bone Balango mencatat kenaikan IPH sebesar 15,71.

Di Sulawesi Utara, kenaikan dua digit terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Bitung, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Di sisi lain, BPS mencatat sejumlah wilayah dengan perubahan IPH di bawah 1 persen, yakni Papua, Papua Barat, dan Maluku.

"Walaupun demikian, ada beberapa wilayah yang perubahan IPH-nya itu di bawah 1 persen, yaitu di Papua, Papua Barat sampai dengan di Maluku," ujar Ateng.

Sumber: BPS, Antara

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi