MEMUAT BERITA...

Menkeu Suahasil Bertemu Presiden World Bank Group, Tegaskan Disiplin Fiskal

Tim Towa - Towa News
Rabu, 14 Oktober 2026 10:08 WIB
Menkeu Suahasil Bertemu Presiden World Bank Group, Tegaskan Disiplin Fiskal
(dok. Kemenkeu)

Towa News, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyatakan pemerintah akan terus menjaga kredibilitas fiskal lewat disiplin anggaran serta memperkuat kemitraan strategis dengan World Bank Group. Dilansir dari laman Kementerian Keuangan, Selasa (13/10), komitmen itu disampaikan sebagai landasan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Suahasil dalam pertemuan bilateral dengan Presiden World Bank Group Ajay Banga di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10).

“Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilitas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3 persen serta rasio utang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” kata Menkeu Suahasil Nazara seperti dikutip dari Kemenkeu, Selasa (13/10).

Dalam pertemuan itu, Suahasil menjelaskan bahwa kebijakan fiskal Indonesia diarahkan untuk menopang prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan, penguatan usaha kecil dan menengah, serta hilirisasi sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Pemerintah juga mendorong pendalaman sektor keuangan dan penciptaan lapangan kerja dengan nilai tambah lebih tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, dan menopang pertumbuhan yang berkelanjutan.

Suahasil turut menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pengembangan sektor keuangan. Menurutnya, pendalaman dan inklusi keuangan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi. Dengan begitu, sektor keuangan dapat berperan optimal dalam pembiayaan pembangunan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Di sisi lain, World Bank Group menyambut baik agenda pengembangan sektor keuangan Indonesia. Dukungan yang disiapkan antara lain berupa bantuan teknis untuk pendalaman pasar modal domestik. Bantuan itu diharapkan memperkuat kapasitas pasar keuangan dalam menyediakan sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan kegiatan produktif.

World Bank Group juga menyatakan dukungan terhadap agenda hilirisasi sumber daya alam Indonesia. Hilirisasi menjadi salah satu upaya agar nilai tambah sumber daya alam tetap berada di dalam negeri sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Pertemuan bilateral ini mencerminkan pentingnya kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan World Bank Group dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi