BULOG dan Kemenhaj Siap Ekspor Beras Premium untuk Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi

Dipublish oleh Tim Towa | 27 Januari 2026, 16:41 WIB

Bagikan:
X
BULOG dan Kemenhaj Siap Ekspor Beras Premium untuk Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
(dok. kemenhaj RI)

Towa News, Jakarta - Perum BULOG bersama Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Kementerian Pertanian tengah menjajaki peluang ekspor beras premium guna memenuhi kebutuhan konsumsi Jemaah Haji dan Umrah Indonesia di Arab Saudi pada tahun 2026.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi ketiga instansi yang digelar di Jakarta, Senin (26/1/2026). Pertemuan ini membahas strategi penyediaan beras berkualitas tinggi sekaligus membuka akses pasar ekspor ke Timur Tengah.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kesiapan BUMN pangan tersebut dalam mendukung program pemerintah. Ia menekankan bahwa BULOG memiliki kapasitas logistik memadai untuk menjamin pasokan tepat waktu dan bermutu.

"BULOG pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam penyediaan beras berkualitas untuk konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dari sisi stok dan sistem logistik, BULOG memiliki pengalaman dan infrastruktur yang memadai untuk memastikan pasokan berjalan dengan tepat jumlah, mutu, dan waktu," kata Ahmad Rizal seperti dikutip dari Kabar BUMN.

Baca Juga: BULOG Intensifkan Penyerapan Gabah dan Beras Petani di Seluruh Indonesia

Untuk musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, diproyeksikan dibutuhkan hampir 4.000 ton beras guna mencukupi konsumsi lebih dari 205.000 jemaah dan petugas haji. BULOG akan menyiapkan pasokan beras premium dengan standar pecahan maksimal 5 persen sesuai ketentuan mutu yang berlaku.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi, menegaskan perlunya koordinasi antar-lembaga dalam mewujudkan kemandirian pangan ibadah haji sekaligus mempersiapkan potensi ekspor.

"Pemenuhan konsumsi jemaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat," ujar Jaenal dalam rapat koordinasi tersebut sebagaimana dilansir Kabar BUMN.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang bagi produk beras Indonesia untuk menembus pasar internasional, khususnya Arab Saudi.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video