Dipublish oleh Tim Towa | 04 Desember 2025, 15:04 WIB
Towa News, Jakarta - Seorang mantan insinyur Google bernama Anthony Levandowski diketahui telah membentuk sebuah organisasi keagamaan yang mengagungkan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Silicon Valley, Amerika Serikat.
Keberadaan kelompok religius tersebut pertama kali diungkap oleh media Wired pada Kamis (4/12/2025). Levandowski tercatat mendirikan organisasi keagamaan dengan tujuan mengembangkan dan mempromosikan konsep ketuhanan yang berbasis pada kecerdasan buatan.
Organisasi itu menamai dirinya 'Way of the Future'. Berdasarkan dokumen yang ditemukan, Levandowski tercatat menjabat sebagai CEO sekaligus presiden dari Way of the Future, sebagaimana dilansir IFL Science.
Kelompok ini digambarkan menyembah kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat. Sejumlah programmer, insinyur, dan developer kerap membahas potensi mesin yang dapat melampaui kemampuan manusia di segala bidang, yang disebut sebagai 'singularitas'. Ketika AI berkembang semakin cerdas, spesies biologis diprediksi tidak mampu memprediksi pengetahuan yang dimiliki AI tersebut.
Saat ini, Levandowski tengah terlibat dalam sengketa hukum bernilai miliaran dolar antara dua perusahaan teknologi raksasa di Silicon Valley. Google menuduh Levandowski mencuri rahasia dagang terkait teknologi mobil tanpa pengemudi untuk direplikasi di perusahaan barunya ketika itu, Uber. Google menuntut ganti rugi sebesar USD 1,9 miliar atau sekitar Rp 30 triliun.
Sumber: Detikint
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
BRIN Manfaatkan Citra Satelit dan AI untuk Perkuat...
Towa News | 25 Februari 2026, 11.47 WIB
Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan...
Towa News | 17 Februari 2026, 19.36 WIB
Meta Siapkan Uji Coba Layanan Berlangganan Premium untuk...
Towa News | 27 Januari 2026, 16.18 WIB
Setelah 35 Tahun, Doraemon Tidak Lagi Tayang di...
Towa News | 06 Januari 2026, 15.39 WIB
Timothy Ronald Diduga Jual Ilusi Kekayaan lewat Edukasi...
Towa News | 06 Januari 2026, 08.20 WIB