Dipublish oleh Tim Towa | 11 Mei 2026, 17:55 WIB
Towa News, Jakarta - Sebanyak 36 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di area lembaga pemasyarakatan (lapas) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Mei 2026. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
"Mudah-mudahan akhir Mei sudah jalan. Saat ini ada 18 titik ditambah 18 lagi, jadi total 36 dapur sudah dibangun dan siap beroperasi," kata Mashudi seperti dikutip dari Antara, Kamis (7/5/2026).
Mashudi menjelaskan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mendukung program MBG dengan menyediakan lahan di lingkungan lapas untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari 119 titik yang diusulkan, sebanyak 70 lokasi mendapat persetujuan, dan 36 di antaranya kini memasuki tahap konstruksi.
Dapur MBG tersebut dibangun di dalam maupun di luar area lapas sesuai ketentuan yang berlaku. Meski memanfaatkan aset negara, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap berkewajiban membayar biaya sewa lahan yang tercatat sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"BGN membayar PNBP, sewa tanahnya harus dibayar sesuai aturan," ujar Mashudi dalam laporan Antaranews.
Selain menyediakan lahan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) turut melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam operasional dapur sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan kerja. Dari total 46 tenaga kerja di setiap dapur, sebanyak 20 orang merupakan warga binaan yang telah lolos asesmen kesehatan dan kemampuan kerja, sementara 26 lainnya adalah tenaga profesional.
"Nanti pekerjanya ada 46 orang, terdiri dari tenaga profesional dan warga binaan yang sudah diasesmen untuk bekerja melayani program MBG," kata Mashudi seperti dikutip dari Antaranews.
Progres pembangunan dapur MBG saat ini diklaim telah mencapai sekitar 90 persen. Seluruh sarana dan prasarana yang dibangun disebut telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan dari BGN.
Sejumlah lapas yang telah menjalankan atau mempersiapkan program ini antara lain Lapas Sukamiskin di Bandung yang dijadikan proyek percontohan, Lapas Batulicin di Kalimantan Selatan, serta Lapas Bengkulu. Lapas-lapas tersebut tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera, Sulawesi, hingga Kalimantan.
Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan dukungannya terhadap program MBG dengan mendayagunakan fasilitas dapur di unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang telah memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan. Hingga saat ini tercatat 469 dapur lapas dan rumah tahanan telah mengantongi sertifikat laik higienis, sementara 754 warga binaan telah menjalani pelatihan teknis penyelenggaraan makanan.
Sumber: Antaranews
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Canangkan Ekonomi Biru, Siapkan 1.582 Kapal untuk...
Towa News | 11 Mei 2026, 18.05 WIB
Program KNMP: Solusi Nyata Pemerintah Dekatkan Fasilitas Lengkap...
Towa News | 11 Mei 2026, 18.01 WIB
Singapura Apresiasi Tim SAR Indonesia yang Temukan Dua...
Towa News | 11 Mei 2026, 17.50 WIB
DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Konten Rasis,...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.56 WIB
NTT kini jadi provinsi dengan minat baca tertinggi...
Towa News | 07 Mei 2026, 15.28 WIB