Dipublish oleh Tim Towa | 11 Mei 2026, 18:01 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini hadir sebagai solusi nyata untuk mendekatkan berbagai fasilitas perikanan langsung ke kawasan pesisir, sehingga nelayan tidak lagi harus menempuh jarak jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar melaut.
Salah satu bukti nyata implementasi program ini terlihat di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, yang menjadi salah satu lokasi KNMP. Presiden Prabowo Subianto bahkan meninjau langsung kawasan tersebut pada Sabtu (9/5/2026), sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap sektor kelautan nasional.
Melalui program ini, kawasan pesisir kini dilengkapi sembilan fasilitas penunjang aktivitas perikanan, mulai dari pabrik es, gudang beku ikan, bengkel nelayan, docking perahu, shelter pendaratan ikan, shelter cool box, kios perbekalan, balai pertemuan, hingga tempat perbaikan jaring semuanya tersedia dalam satu kawasan terpadu.
Dampaknya langsung dirasakan para nelayan. Tokoh nelayan Leato Selatan, Suhardi Darisse, mengungkapkan bahwa kehadiran KNMP secara signifikan memangkas pengeluaran sehari-hari nelayan, khususnya untuk kebutuhan es balok.
"Kami ini sudah merasa terbantu. Terutama es, yang kemarin membutuhkan es masih menggunakan transportasi biaya. Sekarang enggak, mobilnya di sini diantar dengan kendaraan. Kemudian harganya di bawah yang di kota ada 13 ribu rupiah per balok, di sini 6.500 rupiah. Jadi baru di situ saja sudah terbantu kita nelayan," kata Suhardi seperti dikutip dari keterangan resmi BPMI Sekretariat Presiden, Sabtu (9/5/2026).
Efisiensi ini menjadi sangat berarti mengingat tingginya kebutuhan es balok dalam aktivitas melaut. Suhardi menjelaskan, saat musim ikan sedang bagus, satu unit usaha nelayan bisa membutuhkan hingga 50 balok es dalam semalam untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
Sebelum program KNMP hadir, nelayan harus menempuh jarak 8 hingga 10 kilometer hanya untuk membeli es balok maupun bahan bakar. Kini, seluruh kebutuhan tersebut tersedia langsung di kawasan pesisir tempat mereka tinggal dan bekerja.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus Ketua Pengelola KNMP Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu, memastikan bahwa pengelolaan seluruh fasilitas diserahkan langsung kepada masyarakat melalui koperasi kelurahan.
"Ini memang program Bapak Presiden melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan mengelola Kampung Nelayan Merah Putih tersebut," kata Abdul Rahman, Sabtu (9/5/2026).
Pola pengelolaan berbasis koperasi kelurahan ini dinilai strategis karena memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat pesisir secara langsung dan berkelanjutan. Pabrik es di kawasan tersebut tercatat telah beroperasi selama dua bulan dan langsung dimanfaatkan secara aktif oleh para nelayan setempat.
Dengan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai pengelola, Program KNMP diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan nelayan yang dapat direplikasi di seluruh wilayah pesisir Indonesia.
Sumber: Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Canangkan Ekonomi Biru, Siapkan 1.582 Kapal untuk...
Towa News | 11 Mei 2026, 18.05 WIB
Lapas Jadi Lokasi Dapur MBG, 36 Titik Ditargetkan...
Towa News | 11 Mei 2026, 17.55 WIB
Singapura Apresiasi Tim SAR Indonesia yang Temukan Dua...
Towa News | 11 Mei 2026, 17.50 WIB
DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Konten Rasis,...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.56 WIB
NTT kini jadi provinsi dengan minat baca tertinggi...
Towa News | 07 Mei 2026, 15.28 WIB