Dipublish oleh Tim Towa | 11 Mei 2026, 18:05 WIB
Towa News, Gorontalo - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan secara masif sebagai bagian dari agenda penguatan ekonomi biru nasional. Hal itu disampaikan saat Presiden melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyebut potensi laut Indonesia sebagai anugerah yang wajib dikelola secara optimal demi meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir sekaligus memperkokoh kedaulatan ekonomi bangsa.
"Pemerintah yang saya pimpin akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, the blue ocean economy. Ini adalah karunia Yang Maha Kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi," ujar Presiden Prabowo di hadapan ratusan nelayan, sebagaimana dikutip dari siaran BPMI Setpres, Sabtu (9/5/2026).
Presiden juga menekankan bahwa para nelayan harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam pengelolaan sumber daya laut, bukan sekadar pihak pinggiran. Ia mengaitkan penguatan sektor ini dengan keberhasilan pemerintah mencapai swasembada pangan di berbagai komoditas.
"Kita sangat dihormati karena sudah swasembada pangan, swasembada beras, swasembada jagung. Kita sekarang tidak perlu impor pangan dari luar, dan para nelayan punya jasa besar dalam hal itu. Kita ingin terus memperkuat peran mereka," imbuh Kepala Negara dalam laporan BPMI Setpres.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mengumumkan rencana pembangunan 1.582 kapal ikan pada tahun ini yang akan dikelola melalui skema koperasi nelayan. Kapal-kapal tersebut akan bervariasi ukurannya, dari skala kecil hingga besar.
"Nanti bapak-bapak nelayan beserta keluarganya membentuk koperasi. Akan diatur apakah 30 nelayan untuk satu koperasi, lalu diberi kapal. Kita ingin bukan kapal asing yang mengambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita sendiri yang mengambilnya," tegas Presiden Prabowo seperti dikutip dari siaran resmi BPMI Setpres, Sabtu (9/5/2026).
Presiden mengaku optimistis bahwa rangkaian kebijakan tersebut akan membawa dampak nyata bagi kehidupan jutaan nelayan Indonesia. "Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin mereka senyum tiap hari karena penghasilannya baik," pungkasnya.
Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan program pemerintah yang dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis kemandirian ekonomi lokal.
(Sumber: BPMI Setpres)
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Program KNMP: Solusi Nyata Pemerintah Dekatkan Fasilitas Lengkap...
Towa News | 11 Mei 2026, 18.01 WIB
Lapas Jadi Lokasi Dapur MBG, 36 Titik Ditargetkan...
Towa News | 11 Mei 2026, 17.55 WIB
Singapura Apresiasi Tim SAR Indonesia yang Temukan Dua...
Towa News | 11 Mei 2026, 17.50 WIB
DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Konten Rasis,...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.56 WIB
NTT kini jadi provinsi dengan minat baca tertinggi...
Towa News | 07 Mei 2026, 15.28 WIB