Singapura Apresiasi Tim SAR Indonesia yang Temukan Dua WN-nya Tewas di Kawah Gunung Dukono

Dipublish oleh Tim Towa | 11 Mei 2026, 17:50 WIB

Bagikan:
X
Singapura Apresiasi Tim SAR Indonesia yang Temukan Dua WN-nya Tewas di Kawah Gunung Dukono
(dok.basarnas)

Towa News, Jakarta - Pemerintah Singapura menyampaikan penghargaan mendalam kepada Indonesia atas keberhasilan tim gabungan SAR menemukan dua warga negaranya yang tewas akibat erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi medan yang ekstrem dan berbahaya.

 

Kedua korban yang teridentifikasi sebagai Heng Wen Qiang Timothy (30 tahun) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27 tahun) ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu (10/5/2026). Berdasarkan keterangan Basarnas Ternate, keduanya ditemukan di satu titik yang sama sekitar 13 meter dari bibir kawah, dalam posisi saling berpelukan dan tertindih batu besar akibat letusan gunung api tersebut.

"Kementerian Luar Negeri ingin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak berwenang Indonesia, khususnya tim pencarian dan penyelamatan yang terdiri dari lebih dari 150 personel, atas upaya mereka dalam kondisi yang sangat sulit dan berbahaya," demikian pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Singapura sebagaimana dikutip ANTARA, Minggu (10/5/2026).

Kementerian Luar Negeri Singapura juga menyatakan bahwa Kedutaan Besar Singapura di Jakarta menjalin koordinasi intensif dengan otoritas Indonesia di Tobelo, Maluku Utara, guna menyelesaikan proses identifikasi resmi kedua jenazah. Pemerintah Singapura memastikan pihaknya terus memberikan pendampingan konsuler kepada keluarga korban.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa seluruh korban erupsi Gunung Dukono telah berhasil ditemukan. Total korban jiwa berjumlah tiga orang, yakni dua warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia. Adapun 15 pendaki lainnyaterdiri dari tujuh warga Singapura dan delapan warga Indonesia ditemukan dalam keadaan selamat.

Sebelum peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Keputusan itu kemudian diperkuat melalui surat keputusan Bupati Halmahera Utara tentang penutupan permanen pendakian gunung api Dukono yang diterbitkan pada 8 Mei 2026. Pemerintah daerah turut melarang seluruh masyarakat dan wisatawan memasuki kawasan dalam radius empat kilometer dari puncak kawah, sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sumber: ANTARA

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video