Dipublish oleh Tim Towa | 15 Desember 2025, 12:57 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendesak Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) agar memastikan pembangunan infrastruktur digital memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah-wilayah daerah.
Meutya menegaskan bahwa pengembangan jaringan konektivitas tidak boleh sekadar mengejar target teknis, melainkan harus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal. Pernyataan ini disampaikan melalui siaran pers yang dirilis pada Sabtu (14/12/2025).
"Pembangunan konektivitas harus memberikan manfaat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing," kata Meutya seperti dikutip dari Antara.
Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Komunikasi dan Digital yang mengusung tiga pilar utama: "Terhubung, Tumbuh, Terjaga." Khususnya pilar "tumbuh" yang menekankan peran konektivitas sebagai penggerak ekonomi.
Menurut Meutya, ketersediaan jaringan internet yang merata menjadi kunci untuk mendukung program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk ambisi mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Lebih dari sekadar membangun jaringan fisik, Menkomdigi juga meminta para anggota Apjatel untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan internet yang positif dan produktif.
"Tidak bisa lagi kita hanya membangun tanpa memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya konektivitas ini digunakan untuk hal-hal yang baik," imbuh Meutya seperti dilansir Antara.
Ia mengingatkan pentingnya kesadaran keluarga dalam menggunakan internet dan perangkat digital secara sehat. Meutya menyoroti fenomena di mana anggota keluarga lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai ketimbang berinteraksi secara langsung.
"Kadang anggota keluarga lebih sering menghabiskan waktunya dengan gawai dibandingkan berinteraksi dengan kakak, adik, atau orang tuanya," jelasnya seperti dikutip dari Antara.
Pandangan ini relevan dengan tema Natal 2025 yang mengangkat pesan "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga," yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan sosial.
Apjatel sendiri merupakan organisasi yang menghimpun perusahaan-perusahaan penyedia infrastruktur jaringan telekomunikasi seperti kabel serat optik, satelit, dan radio untuk mendorong pemerataan akses internet di Tanah Air.
Belum lama ini, Apjatel menjalin kerja sama strategis dengan International Fiber Alliance (IFA) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penerapan jaringan Open Access Fiber di Indonesia, mengoptimalkan infrastruktur fiber nasional, meningkatkan persaingan pasar, serta menekan biaya layanan internet berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
BRIN Manfaatkan Citra Satelit dan AI untuk Perkuat...
Towa News | 25 Februari 2026, 11.47 WIB
Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan...
Towa News | 17 Februari 2026, 19.36 WIB
Meta Siapkan Uji Coba Layanan Berlangganan Premium untuk...
Towa News | 27 Januari 2026, 16.18 WIB
Setelah 35 Tahun, Doraemon Tidak Lagi Tayang di...
Towa News | 06 Januari 2026, 15.39 WIB
Timothy Ronald Diduga Jual Ilusi Kekayaan lewat Edukasi...
Towa News | 06 Januari 2026, 08.20 WIB