Dipublish oleh Admin | 29 Juli 2025, 08:22 WIB
Towa News, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 28–29 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan menghadiri Konsultasi Tahunan ke-13 antara Indonesia dan Malaysia yang akan berlangsung bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) menyebut forum ini sebagai mekanisme bilateral tertinggi antara kedua negara sejak pertama kali digelar pada 2006 secara bergilir. Konsultasi tahunan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan strategis sekaligus menggali peluang kerja sama baru di tengah tantangan global dan kawasan.
“Para pemimpin juga diharapkan bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama,” tulis Wisma Putra dalam pernyataan resminya, Minggu (27/7).
Agenda konsultasi akan mencakup sejumlah bidang utama, seperti perdagangan dan industri, pertahanan dan keamanan, infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan, serta pendidikan.
Selain konsultasi bilateral, Presiden Prabowo dan PM Anwar dijadwalkan menyaksikan pertukaran empat nota kesepahaman (MoU) strategis yang mencakup kerja sama di sektor perbatasan darat, kesehatan, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam rangkaian kunjungan ini, Anwar juga dijadwalkan mengunjungi Sekretariat ASEAN di Jakarta atas undangan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn. Ia akan menegaskan komitmen Malaysia terhadap integrasi kawasan dan pembangunan Komunitas ASEAN.
PM Anwar akan didampingi oleh sejumlah menteri kabinetnya, di antaranya Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Tengku Zafrul Aziz, serta Menteri Pendidikan Fadhlina Sidek.
Sebelumnya, pada 27 Juni 2025 lalu, Presiden Prabowo telah menerima kunjungan resmi Anwar di Istana Merdeka. Dalam konferensi pers bersama, keduanya menyatakan kesamaan pandangan dalam berbagai isu bilateral dan regional.
“Kami tukar pandangan dan ternyata, dalam banyak hal, hampir semua hal pandangan Indonesia dan Malaysia sama,” kata Prabowo.
Salah satu isu utama yang turut dibahas adalah kawasan Ambalat. Kedua pemimpin sepakat mengedepankan pendekatan damai melalui skema kerja sama ekonomi bersama atau joint development.
“Contoh masalah Ambalat, kita sepakat bahwa sambil menyelesaikan masalah-masalah hukum, kita mulai dengan kerja sama ekonomi bersama. Apa pun yang kita temukan di laut itu, kita akan bersama-sama mengeksploitasinya,” ujar Prabowo.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Empat Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, Pemerintah Desak...
Towa News | 26 April 2026, 22.53 WIB
Iran Tolak Hadiri Putaran Kedua Perundingan dengan AS,...
Towa News | 20 April 2026, 16.04 WIB
Trump Kembali Singgung Paus Leo XIV, Ingatkan Bahaya...
Towa News | 15 April 2026, 15.34 WIB
Malaysia Waspadai Potensi Kelangkaan BBM pada Juni–Juli 2026...
Towa News | 13 April 2026, 15.50 WIB
Presiden Prancis Macron Serukan "Jalan Ketiga": Koalisi...
Towa News | 04 April 2026, 16.59 WIB