Prabowo Perintahkan Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro di Tingkat Kelurahan

Dipublish oleh Tim Towa | 12 Februari 2026, 17:27 WIB

Bagikan:
X
Prabowo Perintahkan Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro di Tingkat Kelurahan
(Dok. Instagram/ @brian_yuliarto)

Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan implementasi teknologi pengolahan sampah berskala mikro yang telah dikembangkan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Arahan ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa teknologi tersebut akan diterapkan di tingkat kelurahan dan desa untuk menangani sampah lebih efektif.

"Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian seusai rapat.

Brian menjelaskan kementerian akan segera melakukan uji coba di beberapa kelurahan dan desa pada tahun ini. Pihaknya juga akan berkolaborasi dengan Danantara untuk penanganan sampah di level mikro.

"Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan. Kita akan segera pilih. Ada juga (yang) akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan, lebih efektif," ujar Brian.

Beberapa metode yang tengah dikaji antara lain gasifikasi, plasma-assisted, dan reaktor plasma dingin. Teknologi ini dirancang mampu mengolah sampah hingga 10 ton, sesuai rata-rata produksi sampah harian di tingkat kelurahan.

Brian berharap dengan teknologi skala mikro ini, mobilisasi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang karena sampah rumah tangga telah diolah di tingkat desa atau kelurahan.

"Jadi, sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh ya. Jadi, semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan," katanya .

Kementerian Pendidikan Tinggi juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi yang digunakan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

"Kami akan segera melakukan rapat dengan (Kementerian) Lingkungan Hidup, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal ya sehingga standarnya juga lebih baik, dan juga tadi dengan pemerintah daerah kami akan segera uji coba di beberapa kota. Harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu (proyek) waste-to-energy yang sedang dijalankan Danantara (juga) berjalan," kata Brian.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video