Dipublish oleh Tim Towa | 19 November 2025, 12:00 WIB
Towa News, Jakarta - Platform gim daring Roblox akan menerapkan kewajiban verifikasi usia bagi semua pengguna yang hendak menggunakan fitur chat, dengan target implementasi penuh pada Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul berbagai gugatan hukum dan investigasi terkait keamanan anak di platform tersebut.
Berdasarkan laporan Tech Crunch yang dirilis Rabu (19/11), saat ini verifikasi usia masih bersifat opsional bagi pengguna yang ingin mengakses fitur percakapan.
Kebijakan baru ini akan mulai diterapkan secara bertahap pada awal Desember 2025 di beberapa negara, antara lain Australia, Belanda, dan Selandia Baru. Penerapan secara menyeluruh di seluruh dunia dijadwalkan pada Januari 2026.
Keputusan ini muncul di tengah tekanan hukum dari berbagai pihak, termasuk jaksa agung negara bagian Texas dan Louisiana, yang menilai Roblox kurang maksimal dalam melindungi pengguna anak dari ancaman seperti konten tidak pantas dan upaya eksploitasi seksual.
Mekanisme Verifikasi
Proses verifikasi dilakukan melalui aplikasi Roblox dengan cara pengguna memberikan izin akses kamera, kemudian mengikuti panduan untuk melakukan pemindaian wajah. Setelah proses selesai, seluruh foto dan video yang diambil akan dihapus oleh Roblox.
Verifikasi ini dikelola oleh penyedia layanan pihak ketiga bernama Persona, yang juga berkomitmen menghapus seluruh data visual setelah proses verifikasi rampung.
Pengguna yang telah terverifikasi akan dikelompokkan ke dalam enam kategori usia: di bawah 9 tahun, 9-12 tahun, 13-15 tahun, 16-17 tahun, 18-20 tahun, dan 21 tahun ke atas.
Sistem ini membatasi komunikasi hanya antara pengguna dalam kelompok usia yang sama atau berdekatan. Misalnya, pengguna berusia 12 tahun yang masuk kategori 9-12 tahun hanya dapat berkomunikasi dengan pengguna berusia maksimal 15 tahun. Sementara pengguna berusia 16 tahun ke atas tidak dapat berinteraksi dengan kelompok usia di bawahnya.
"Kami melihat perubahan ini sebagai upaya memastikan pengguna dapat bersosialisasi dengan kelompok usia yang tepat, sekaligus membatasi interaksi antara anak di bawah umur dengan orang dewasa yang tidak mereka kenal," kata Wakil Presiden sekaligus Kepala Pengguna dan Penemuan Produk Roblox Raj Bhatia, seperti dikutip dari Tech Crunch.
Langkah Inovatif
Roblox mengklaim metode verifikasi wajib ini lebih akurat dibandingkan sekadar mengandalkan input tahun lahir saat pembuatan akun.
"Kami percaya ini merupakan yang pertama di industri gim, media sosial, dan layanan pesan, yang mewajibkan estimasi usia secara eksplisit sebelum seseorang dapat mengakses fitur komunikasi," ujar Kepala Keamanan Roblox Matt Kaufman, seperti dilansir Tech Crunch.
Selain itu, Roblox turut meluncurkan Pusat Keamanan yang menyediakan panduan serta fitur kontrol bagi orang tua atau wali untuk mengawasi dan mengatur penggunaan platform oleh anak-anak mereka.
Sumber: Tech Crunch
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
BRIN Manfaatkan Citra Satelit dan AI untuk Perkuat...
Towa News | 25 Februari 2026, 11.47 WIB
Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara Paling Rentan Penipuan...
Towa News | 17 Februari 2026, 19.36 WIB
Meta Siapkan Uji Coba Layanan Berlangganan Premium untuk...
Towa News | 27 Januari 2026, 16.18 WIB
Setelah 35 Tahun, Doraemon Tidak Lagi Tayang di...
Towa News | 06 Januari 2026, 15.39 WIB
Timothy Ronald Diduga Jual Ilusi Kekayaan lewat Edukasi...
Towa News | 06 Januari 2026, 08.20 WIB