Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol usai Pangkalan Militer AS Ditutup

Dipublish oleh Tim Towa | 04 Maret 2026, 11:30 WIB

Bagikan:
X
Trump Ancam Putus Hubungan Dagang dengan Spanyol usai Pangkalan Militer AS Ditutup
( Rebecca Noble / Getty Images)

Towa News, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman pemutusan hubungan dagang dengan Spanyol menyusul keputusan Madrid yang melarang penggunaan pangkalan militer bersama di wilayahnya untuk keperluan serangan terhadap Iran.

 

"Spanyol sangat buruk. Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," ujar Trump dalam kutipan  Al Arabiya dan AFP, Rabu (4/3/2026). Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Ketegangan ini bermula setelah Spanyol secara resmi melarang AS mengoperasikan pangkalan militer gabungan di wilayahnya untuk menyerang Iran. Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menegaskan bahwa seluruh misi yang melibatkan fasilitas militer di Spanyol wajib "beroperasi dalam kerangka hukum internasional," seperti dikutip dari Politico, Selasa (3/3/2026).

Robles menambahkan bahwa instalasi militer di Spanyol dilarang memberikan dukungan apa pun, kecuali untuk kebutuhan kemanusiaan. Ia juga menyatakan bahwa AS sendiri telah menarik pesawat-pesawat militernya dari pangkalan-pangkalan di Spanyol setelah larangan tersebut diberlakukan langkah yang dinilainya sebagai respons logis karena pesawat-pesawat itu memang tidak lagi dapat beroperasi dari sana.

Data situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan lebih dari selusin pesawat militer AS, termasuk sejumlah tanker pengisian bahan bakar udara jenis KC-135 buatan Boeing, telah meninggalkan Pangkalan Udara Moron de la Frontera dan Rota pada akhir pekan lalu. Tujuh di antaranya tercatat dipindahkan ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.

Robles menegaskan, pangkalan-pangkalan Spanyol tidak ikut serta dalam serangan terhadap Iran yang berlangsung pada Sabtu (28/2), dan tidak akan digunakan pula untuk "operasi pemeliharaan dan dukungan" ke depannya.

Sikap Spanyol ini merujuk pada perjanjian bilateral tahun 1953 antara Madrid dan Washington, yang memberikan hak kepada Spanyol untuk menentukan cara penggunaan pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayahnya.

Meski demikian, Robles menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan berarti Spanyol membela rezim Iran — yang ia sebut sebagai "mengerikan dan diktator." "Solusinya tidak pernah bisa berupa penggunaan kekerasan," kata Robles, Rabu (4/3/2026).

Sebelumnya, pemerintah Spanyol telah mengecam keras konflik bersenjata yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, dan secara konsisten menyerukan penyelesaian diplomatik atas eskalasi di kawasan tersebut.

Sumber: DetikNews, Al Arabiya, AFP, Politico

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video