Kim Jong Un Pamer Uji Coba Kapal Perang dan Rudal Jelajah di Tengah Panasnya Timur Tengah

Dipublish oleh Tim Towa | 05 Maret 2026, 14:44 WIB

Bagikan:
X
Kim Jong Un Pamer Uji Coba Kapal Perang dan Rudal Jelajah di Tengah Panasnya Timur Tengah
(Foto: Reuters)

Towa News, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara langsung menyaksikan uji coba kapal perusak terbaru milik negaranya, termasuk peluncuran rudal jelajah strategis jenis kapal-ke-darat, selama dua hari berturut-turut pada Selasa hingga Rabu (3–4/3/2026). Aksi ini dinilai sebagai unjuk kekuatan Pyongyang di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Kantor Berita Pusat Korea atau KCNA, sebagaimana dikutip AFP dan dilaporkan DetikNews, Kamis (5/3/2026), menyebut Kim Jong Un melakukan inspeksi terhadap kapal perusak kelas "Choe Hyon-ho" di Galangan Kapal Nampo. Ia mengevaluasi kemampuan manuver serta kesiapan operasional kapal tersebut dan menyatakan kepuasannya atas hasil uji coba itu.

Dalam kesempatan itu, Kim menegaskan bahwa program persenjataan nuklir Angkatan Laut Korut terus menunjukkan perkembangan positif.

"Mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir menunjukkan kemajuan yang memuaskan," kata Kim Jong Un, Kamis (5/3/2026).

"Semua keberhasilan ini merupakan perubahan mendasar dalam menjaga kedaulatan maritim kita, sebuah pencapaian yang belum pernah kita raih selama setengah abad terakhir," imbuhnya.

Sehari setelahnya, pada Rabu (4/3), Kim juga menyaksikan peluncuran rudal jelajah strategis dari kapal tersebut. KCNA menyatakan uji coba berjalan sukses.

 

Baca Juga: Iran Ancam Serang Kota-kota di Eropa jika Negara-negara Eropa Ikut Terlibat Perang

 

Kapal Perusak 5.000 Ton Pertama Korut

Kapal Choe Hyon-ho merupakan kapal perusak berbobot 5.000 ton pertama yang dimiliki Korea Utara, diluncurkan pada 25 April tahun lalu. Nama kapal diambil dari nama ayah Choe Ryong-hae, Ketua Komite Tetap Majelis Rakyat Tertinggi.

Mengacu laporan Yonhap, Kamis (5/3/2026), Kim memerintahkan agar pembangunan dua ribu unit kapal perusak sekelas atau lebih besar dilakukan setiap tahun dalam periode rencana lima tahun ke depan.

Korut kini memiliki dua kapal perusak kelas tersebut, keduanya diluncurkan tahun lalu. Kapal ketiga dilaporkan tengah dalam proses pembangunan dengan target rampung pada 10 Oktober, bertepatan dengan peringatan hari jadi Partai Buruh Korea.

Sejumlah analis menilai kapal-kapal ini berpotensi dipersenjatai rudal taktis jarak pendek yang mampu membawa hulu ledak nuklir, meski Korut sejauh ini belum membuktikan kemampuan miniaturisasi senjata atomnya secara terbuka.

Konteks: Pamer Kekuatan di Tengah Gejolak Global

Uji coba ini berlangsung tidak lama setelah Kim memimpin Kongres Partai Buruh Korea yang digelar lima tahun sekali. Dalam kongres tersebut, ia memperbarui target pembangunan militer dan berjanji merespons setiap ancaman secara tegas.

Waktu pelaksanaan uji coba juga bersamaan dengan memanasnya situasi di Timur Tengah, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2). Korut sebelumnya telah mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi ilegal dan menyebut AS bertindak layaknya preman.

Mantan Presiden Universitas Studi Korea Utara, Yang Moo-jin, menyampaikan analisisnya terkait langkah Kim tersebut.

"Langkah terbaru Kim yang melibatkan kapal itu tampaknya dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan di tengah situasi Iran yang sedang berlangsung dan menjelang latihan militer gabungan Korea Selatan-AS yang akan datang," kata Yang Moo-jin kepada AFP, Kamis (5/3/2026).

Sumber: CNBC Indonesia, DetikNews, Yonhap

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video